BELAJAR DARI KAKEK
Cerita ini berawal ketika saya sedang kursus bahasa Arab di Madrosatul alsun di Jl. Mayjen Sungkono Sidoarjo. Setiap kali kursus saya bertemu beliau yang begitu antusias belajar. Sesekali ia bertanya makna kata yang sulit dia terjemahkan padahal sudah berkali-kali diajarkan. Yah…mungkin karena sudah tua…..gumamku dalam hati. Namun yang mengherankan setiap kali kursus saya selalu bertemu dengan beliau. Tak tampak sedikitpun raut wajah bosan, jenuh dan putus asa karena daya ingatan yang semakin hari semakin menurun seiring bertambah tua usianya. Sampai suatu hari saya beranikan diri bertanya pada beliau.”Pak, mohon maaf. Saya ingin betanya satu hal pada Bapak. Apa yang menyebabkan Bapak ingin Belajar Bahasa Arab padahal Bapak sudah setua ini?” batinku berkata, “kalaupun belajar pasti agak susah karena kemungkinan dengan potensi daya ingat yang menurun pasti tidak optimal”. Namun yang mmbuatku terkejut dengan jawaban yang beliau sampaikan.”Mas bukankah-‘utlubul ilmi faridhotun ‘ala a kulli muslimin yang terjemahnya belajar itu adalah kewajiban bagi seorang muslim tanpa ada batasan usia kan??” iya juga ya…namun nyang terbayang pada benakku “kalau orang setua ini saja begitu bersemangat dalam belajar meski sudah setua ini dan mungkin manfaat ilmunya tidak dapat ia rasakan karena ajal yang sudah dekat-karena usianya sudah 63tahun-” kenapa kita yang muda, susah banget disuruh belajar mencari ilmu….bukankah kita masih punya banyak kesempatan.renungkan………